Memulai atau mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seringkali terkendala modal. Untungnya, pemerintah melalui program (KUR) hadir sebagai yang terjangkau. Program ini dirancang khusus untuk mendukung pelaku UMKM agar bisa naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional.

Tahun 2026 mendatang, KUR BRI diproyeksikan akan tetap menjadi tulang punggung pembiayaan UMKM dengan skema yang menarik. Penasaran bagaimana detail limit dan simulasi angsurannya? Mari kita bedah lebih dalam agar bisa mempersiapkan diri dan merencanakan usaha dengan lebih matang.

Daftar Isi

Mengenal Lebih Dekat KUR BRI untuk UMKM

KUR BRI adalah salah satu program unggulan pemerintah yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberikan akses pembiayaan kepada UMKM. Tujuannya jelas, yakni memberdayakan sektor UMKM yang selama ini menjadi penopang kerakyatan. Dengan bunga yang relatif rendah dan persyaratan yang tidak terlalu rumit, KUR BRI menjadi pilihan favorit banyak pengusaha.

Program ini bukan sekadar pinjaman biasa. Ada subsidi bunga dari pemerintah yang membuat cicilannya jauh lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Ini adalah kesempatan emas bagi UMKM untuk mendapatkan suntikan modal tanpa terbebani bunga yang mencekik.

Jenis-Jenis KUR BRI yang Perlu Diketahui

Sebelum melangkah lebih jauh ke detail limit dan angsuran, ada baiknya memahami dulu jenis-jenis KUR BRI yang tersedia. Setiap jenis memiliki karakteristik dan peruntukan yang berbeda, disesuaikan dengan skala dan kebutuhan usaha.

  • KUR Mikro BRI
    Jenis ini ditujukan untuk usaha mikro dengan plafon pinjaman maksimal Rp50 juta. Biasanya, KUR Mikro tidak memerlukan agunan tambahan, cukup dengan agunan pokok berupa usaha yang dibiayai. Ini sangat cocok untuk usaha rumahan atau usaha kecil yang baru merintis.

  • KUR Kecil BRI
    Untuk usaha yang skalanya sedikit lebih besar, ada KUR Kecil BRI dengan plafon pinjaman di atas Rp50 juta hingga maksimal Rp500 juta. Pada jenis ini, agunan tambahan mungkin akan diperlukan, tergantung kebijakan bank dan penilaian risiko.

  • KUR TKI BRI
    KUR TKI BRI khusus diperuntukkan bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke luar negeri. Pinjaman ini digunakan untuk membiayai keberangkatan, pelatihan, dan kebutuhan lainnya sebelum bekerja di negara tujuan. Plafonnya maksimal Rp25 juta.

  • KUR Khusus BRI
    Jenis KUR ini ditujukan untuk kelompok usaha yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster. Contohnya, kelompok , peternak, atau nelayan. Plafon pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan klaster tersebut.

Memahami perbedaan ini akan membantu dalam menentukan jenis KUR mana yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha. Jangan sampai salah pilih, karena setiap jenis memiliki persyaratan dan proses yang sedikit berbeda.

Syarat Umum Pengajuan KUR BRI 2026

Meskipun program ini sangat membantu, tentu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Persyaratan ini dirancang untuk memastikan bahwa dana KUR disalurkan kepada UMKM yang benar-benar membutuhkan dan memiliki potensi untuk berkembang.

Baca Juga:  Intip 6 Manfaat Pinjaman Online untuk Modal Usaha dan Kembangkan Bisnis

Berikut adalah syarat-syarat umum yang biasanya berlaku untuk pengajuan KUR BRI:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    Setiap pemohon harus merupakan Warga Negara Indonesia yang sah.

  2. Memiliki Usaha Produktif dan Layak
    Usaha yang dijalankan harus produktif, artinya menghasilkan barang atau jasa, dan dinilai layak untuk dibiayai. Ini berarti usaha tersebut memiliki prospek yang baik dan tidak termasuk dalam daftar usaha yang dilarang.

  3. Telah Beroperasi Minimal 6 Bulan
    Untuk sebagian besar jenis KUR, usaha harus sudah beroperasi minimal 6 bulan. Namun, ada pengecualian untuk KUR Super Mikro yang bisa diajukan oleh usaha yang baru beroperasi kurang dari 6 bulan.

  4. Tidak Sedang Menerima Kredit dari Bank Lain
    Pemohon tidak sedang menerima kredit modal kerja atau investasi dari lembaga keuangan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.

  5. Memiliki Perizinan Usaha
    Perizinan usaha yang relevan seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa/kelurahan. Untuk KUR Mikro, SKU biasanya sudah cukup.

  6. Dokumen Identitas Diri
    Kartu Tanda Penduduk () dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku.

  7. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    NPWP diperlukan untuk pinjaman di atas nominal tertentu, biasanya di atas Rp50 juta.

  8. Dokumen Pendukung Lainnya
    Bisa berupa laporan keuangan sederhana, catatan penjualan, atau bukti transaksi usaha lainnya.

Penting untuk diingat bahwa persyaratan ini bisa sedikit berbeda tergantung pada jenis KUR yang diajukan dan kebijakan terbaru dari BRI. Selalu disarankan untuk melakukan konfirmasi langsung ke kantor cabang BRI terdekat.

Bunga dan Jangka Waktu Angsuran KUR BRI

Salah satu daya tarik utama KUR BRI adalah suku bunga yang sangat kompetitif. Berkat subsidi dari pemerintah, bunga KUR jauh lebih rendah dibandingkan kredit komersial. Ini tentu sangat meringankan beban UMKM dalam mengembalikan pinjaman.

Secara umum, suku bunga KUR BRI adalah 6% efektif per tahun untuk pinjaman pertama. Namun, ada skema kenaikan bunga untuk pinjaman kedua, ketiga, dan seterusnya.

  • Pinjaman pertama: 6% efektif per tahun
  • Pinjaman kedua: 7% efektif per tahun
  • Pinjaman ketiga: 8% efektif per tahun
  • Pinjaman keempat: 9% efektif per tahun

Kenaikan bunga ini bertujuan untuk mendorong UMKM agar lebih mandiri dan tidak terus-menerus bergantung pada subsidi. Meskipun ada kenaikan, angka tersebut masih sangat rendah dibandingkan bunga kredit non-KUR.

Untuk jangka waktu angsuran, KUR BRI menawarkan fleksibilitas yang disesuaikan dengan jenis pinjaman:

  • Kredit Modal Kerja (KMK): Maksimal 3 tahun
  • Kredit Investasi (KI): Maksimal 5 tahun

Pilihan jangka waktu ini memungkinkan UMKM untuk menyesuaikan cicilan dengan arus kas usaha, sehingga tidak terlalu membebani keuangan.

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026: Dari Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Sekarang, mari kita masuk ke bagian yang paling ditunggu-tunggu: simulasi angsuran. Perhitungan ini akan memberikan gambaran jelas tentang berapa cicilan bulanan yang harus disiapkan untuk berbagai plafon pinjaman. Perlu diingat, angka ini adalah estimasi dan bisa sedikit berbeda tergantung pada tanggal pencairan dan kebijakan bank.

Berikut adalah simulasi angsuran dengan asumsi bunga 6% efektif per tahun untuk pinjaman pertama:

Simulasi Angsuran KUR Mikro BRI (Plafon Rp1 Juta – Rp50 Juta)

Untuk pinjaman di bawah Rp50 juta, biasanya masuk dalam kategori KUR Mikro. Mari kita lihat estimasi angsurannya:

Plafon Pinjaman Jangka Waktu (Bulan) Angsuran Per Bulan (Estimasi)
Rp1.000.000 12 Rp86.067
Rp1.000.000 24 Rp44.333
Rp1.000.000 36 Rp30.411
Rp5.000.000 12 Rp430.333
Rp5.000.000 24 Rp221.667
Rp5.000.000 36 Rp152.056
Rp10.000.000 12 Rp860.667
Rp10.000.000 24 Rp443.333
Rp10.000.000 36 Rp304.111
Rp20.000.000 12 Rp1.721.333
Rp20.000.000 24 Rp886.667
Rp20.000.000 36 Rp608.222
Rp30.000.000 12 Rp2.582.000
Rp30.000.000 24 Rp1.330.000
Rp30.000.000 36 Rp912.333
Rp40.000.000 12 Rp3.442.667
Rp40.000.000 24 Rp1.773.333
Rp40.000.000 36 Rp1.216.444
Rp50.000.000 12 Rp4.303.333
Rp50.000.000 24 Rp2.216.667
Rp50.000.000 36 Rp1.520.556

Dari tabel di atas, terlihat bahwa semakin panjang jangka waktu pinjaman, semakin kecil angsuran bulanannya. Ini memberikan fleksibilitas bagi UMKM dengan arus kas yang belum terlalu besar.

Simulasi Angsuran KUR Kecil BRI (Plafon Rp51 Juta – Rp100 Juta)

Untuk pinjaman di atas Rp50 juta hingga Rp100 juta, masuk dalam kategori KUR Kecil. Perlu diingat, untuk KUR Kecil, jangka waktu pinjaman bisa sampai 5 tahun.

Plafon Pinjaman Jangka Waktu (Bulan) Angsuran Per Bulan (Estimasi)
Rp60.000.000 12 Rp5.164.000
Rp60.000.000 24 Rp2.660.000
Rp60.000.000 36 Rp1.824.667
Rp60.000.000 48 Rp1.399.999
Rp60.000.000 60 Rp1.160.000
Rp70.000.000 12 Rp6.024.667
Rp70.000.000 24 Rp3.103.333
Rp70.000.000 36 Rp2.128.778
Rp70.000.000 48 Rp1.633.332
Rp70.000.000 60 Rp1.353.333
Rp80.000.000 12 Rp6.885.333
Rp80.000.000 24 Rp3.546.667
Rp80.000.000 36 Rp2.432.889
Rp80.000.000 48 Rp1.866.666
Rp80.000.000 60 Rp1.546.667
Rp90.000.000 12 Rp7.746.000
Rp90.000.000 24 Rp3.990.000
Rp90.000.000 36 Rp2.737.000
Rp90.000.000 48 Rp2.099.999
Rp90.000.000 60 Rp1.740.000
Rp100.000.000 12 Rp8.606.667
Rp100.000.000 24 Rp4.433.333
Rp100.000.000 36 Rp3.041.111
Rp100.000.000 48 Rp2.333.332
Rp100.000.000 60 Rp1.933.333
Baca Juga:  Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Lengkap, Cek Cicilan per Bulan

Simulasi ini menggunakan metode perhitungan anuitas, di mana porsi bunga dan pokok akan berubah setiap bulannya, namun total angsuran tetap sama. Angka-angka ini bisa menjadi panduan awal untuk merencanakan keuangan usaha.

Disclaimer Penting Mengenai Simulasi Angsuran

Perlu diingat bahwa simulasi angsuran di atas adalah perkiraan. Angka sebenarnya bisa sedikit berbeda karena beberapa faktor:

  • Tanggal Pencairan: Perhitungan bunga dimulai sejak tanggal pencairan, sehingga angsuran pertama bisa sedikit berbeda jika tidak tepat satu bulan setelah pencairan.
  • Pembulatan: Bank mungkin melakukan pembulatan pada angka desimal.
  • Perubahan Kebijakan: Kebijakan suku bunga atau skema angsuran bisa berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan pemerintah dan BRI.
  • Biaya Lain: Mungkin ada biaya administrasi atau provisi yang tidak termasuk dalam simulasi ini.

Untuk mendapatkan perhitungan yang paling akurat, sangat disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan petugas BRI di kantor cabang terdekat.

Tips Sukses Mengajukan KUR BRI

Mengajukan KUR BRI memang terlihat mudah, tapi ada beberapa tips yang bisa membantu proses pengajuan berjalan lancar dan peluang disetujui semakin besar. Persiapan yang matang adalah kunci utama.

1. Persiapkan Dokumen dengan Lengkap dan Akurat

Ini adalah langkah paling fundamental. Pastikan semua dokumen yang disyaratkan sudah lengkap, asli, dan tidak ada kesalahan penulisan. Dokumen yang tidak lengkap atau salah bisa menjadi penyebab utama pengajuan ditolak.

  • Ceklist Dokumen: Buat daftar dokumen yang dibutuhkan dan centang satu per satu saat sudah siap.
  • Fotokopi dan Asli: Siapkan fotokopi dan juga dokumen asli untuk ditunjukkan saat verifikasi.
  • Legalitas Usaha: Pastikan perizinan usaha masih berlaku dan sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan.

2. Buat Rencana Usaha yang Jelas

Meskipun untuk KUR Mikro tidak selalu diwajibkan, memiliki rencana usaha yang jelas akan sangat membantu. Ini menunjukkan keseriusan dan pemahaman terhadap bisnis yang dijalankan.

  • Deskripsi Usaha: Jelaskan secara singkat dan padat tentang usaha yang dijalankan.
  • Tujuan Penggunaan Dana: Rincikan bagaimana dana KUR akan digunakan (misalnya untuk beli bahan baku, tambah stok, beli peralatan baru).
  • Proyeksi Keuangan: Gambarkan estimasi pendapatan dan pengeluaran, serta bagaimana pinjaman akan dikembalikan.

3. Jaga Riwayat Kredit yang Baik

BRI, seperti bank lainnya, akan memeriksa riwayat kredit calon peminjam melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Riwayat kredit yang bersih adalah nilai plus.

  • Hindari Tunggakan: Pastikan tidak ada tunggakan pembayaran di lembaga keuangan lain.
  • Gunakan Kredit Secara Bijak: Jika memiliki kartu kredit atau pinjaman lain, gunakan secara bertanggung jawab dan bayar tepat waktu.

4. Jalin Komunikasi Baik dengan Petugas Bank

Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi dengan petugas BRI. Mereka adalah sumber informasi terbaik dan bisa memberikan panduan yang tepat.

  • Jujur dan Terbuka: Sampaikan kondisi usaha secara jujur.
  • Aktif Bertanya: Jika ada hal yang tidak dimengerti, segera tanyakan.

5. Manfaatkan Pelatihan dan Pendampingan UMKM

Beberapa lembaga, termasuk BRI sendiri, sering mengadakan pelatihan atau pendampingan untuk UMKM. Mengikuti program semacam ini bisa meningkatkan kapasitas usaha dan juga menunjukkan komitmen dalam mengembangkan bisnis.

  • Perluas Jaringan: Bertemu dengan sesama pelaku UMKM bisa membuka peluang baru.
  • Dapatkan Ilmu Baru: Pelatihan bisa memberikan wawasan baru tentang pengelolaan usaha.

Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, peluang untuk mendapatkan KUR BRI akan semakin besar. Ini adalah kesempatan emas untuk mengembangkan usaha dan meraih kesuksesan.

Prosedur Pengajuan KUR BRI

Setelah semua persiapan matang, saatnya memahami prosedur pengajuan KUR BRI. Prosesnya dirancang agar mudah diakses oleh UMKM, namun tetap mengikuti standar .

1. Kunjungi Kantor Cabang BRI Terdekat

Langkah pertama adalah mendatangi kantor cabang BRI terdekat dari lokasi usaha atau domisili. Di sana, akan bertemu dengan customer service atau petugas khusus KUR.

  • Sampaikan Niat: Jelaskan bahwa ingin mengajukan KUR untuk UMKM.
  • Dapatkan Informasi Awal: Petugas akan memberikan informasi awal mengenai jenis KUR yang sesuai dan persyaratan yang dibutuhkan.

2. Lengkapi Formulir Aplikasi dan Serahkan Dokumen

Setelah mendapatkan informasi, akan diberikan formulir aplikasi yang harus diisi dengan lengkap dan benar. Bersamaan dengan itu, serahkan dokumen-dokumen persyaratan yang sudah disiapkan.

  • Isi dengan Teliti: Pastikan tidak ada kolom yang terlewat atau salah isi.
  • Verifikasi Dokumen: Petugas akan melakukan verifikasi awal terhadap kelengkapan dokumen.
Baca Juga:  Berapa Cicilan KUR Mandiri Rp50 Juta? Ini Simulasi Lengkap dan Cara Ajukannya

3. Survei Lokasi Usaha dan Wawancara

Setelah dokumen lengkap, pihak BRI biasanya akan melakukan survei ke lokasi usaha. Ini adalah bagian penting untuk memverifikasi keberadaan usaha, aktivitasnya, dan potensi pengembangannya.

  • Siapkan Usaha: Pastikan usaha dalam kondisi siap untuk disurvei.
  • Jawab Pertanyaan Jujur: Petugas akan melakukan wawancara singkat untuk menggali informasi lebih lanjut tentang usaha dan rencana penggunaan dana.

4. Analisis Kredit dan Persetujuan

Setelah survei dan wawancara, tim analis kredit BRI akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kelayakan usaha. Ini meliputi analisis keuangan, prospek pasar, dan kemampuan mengembalikan pinjaman.

  • Proses Internal: Tahap ini adalah proses internal bank yang membutuhkan waktu.
  • Keputusan: Jika disetujui, akan dihubungi untuk proses selanjutnya.

5. Penandatanganan Perjanjian Kredit dan Pencairan Dana

Jika pengajuan disetujui, akan diundang kembali ke bank untuk penandatanganan perjanjian kredit. Pastikan untuk membaca dan memahami setiap poin dalam perjanjian tersebut sebelum menandatangani.

  • Pahami Isi Perjanjian: Jangan sungkan bertanya jika ada klausul yang tidak dimengerti.
  • Dana Cair: Setelah penandatanganan, dana pinjaman akan dicairkan ke rekening.

Seluruh proses ini mungkin membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada kelengkapan dokumen dan antrean pengajuan. Kesabaran dan ketelitian adalah kunci.

Manfaat KUR BRI untuk Pengembangan UMKM

KUR BRI bukan sekadar pinjaman, melainkan sebuah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh pelaku usaha.

1. Akses Modal Usaha yang Terjangkau

Ini adalah manfaat paling utama. Dengan suku bunga rendah dan persyaratan yang relatif mudah, UMKM bisa mendapatkan modal yang sulit diakses dari sumber lain. Modal ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari penambahan stok, pembelian peralatan, hingga ekspansi usaha.

2. Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Daya Saing

Dengan suntikan modal, UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi, membeli teknologi baru, atau memperbaiki kualitas produk. Hal ini secara langsung akan meningkatkan daya saing di pasar, baik lokal maupun nasional.

3. Penciptaan Lapangan Kerja

Ketika UMKM berkembang, otomatis akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Ini berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran. Setiap UMKM yang naik kelas berarti ada potensi penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

4. Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha

Pendapatan usaha yang meningkat berkat KUR akan berdampak langsung pada peningkatan pelaku usaha dan keluarganya. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

5. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Secara makro, pertumbuhan UMKM yang didukung KUR akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Sektor UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, dan penguatan sektor ini akan berdampak positif pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Dengan berbagai manfaat ini, KUR BRI menjadi program yang sangat vital bagi keberlangsungan dan pengembangan UMKM di Indonesia.

FAQ Seputar KUR BRI

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering muncul terkait KUR BRI:

Apakah KUR BRI 2026 sudah dibuka?

Informasi mengenai pembukaan KUR BRI 2026 biasanya akan diumumkan menjelang akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026. Namun, skema dan persyaratan umumnya tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Disarankan untuk memantau informasi resmi dari BRI atau Kementerian Koperasi dan UKM.

Berapa batas maksimal pinjaman KUR BRI?

Batas maksimal pinjaman KUR BRI adalah Rp500 juta untuk jenis KUR Kecil. Untuk KUR Mikro, batas maksimalnya adalah Rp50 juta.

Apakah usaha yang baru berdiri bisa mengajukan KUR BRI?

Untuk sebagian besar jenis KUR, usaha harus sudah beroperasi minimal 6 bulan. Namun, ada pengecualian untuk KUR Super Mikro yang bisa diajukan oleh usaha yang baru beroperasi kurang dari 6 bulan, dengan plafon pinjaman maksimal Rp10 juta.

Apakah perlu agunan untuk KUR BRI?

Untuk KUR Mikro (hingga Rp50 juta), umumnya tidak memerlukan agunan tambahan, cukup dengan agunan pokok berupa usaha yang dibiayai. Untuk KUR Kecil (di atas Rp50 juta), agunan tambahan mungkin akan diperlukan, tergantung kebijakan bank dan penilaian risiko.

Bagaimana jika memiliki tunggakan di pinjaman online?

Tunggakan di pinjaman online bisa mempengaruhi riwayat kredit dan berpotensi menyebabkan pengajuan KUR ditolak. Bank akan memeriksa riwayat kredit melalui SLIK OJK. Disarankan untuk melunasi tunggakan terlebih dahulu sebelum mengajukan KUR.

Bisakah mengajukan KUR BRI secara online?

BRI telah menyediakan layanan pengajuan KUR secara online melalui situs web resmi mereka. Namun, proses verifikasi dan penandatanganan perjanjian kredit biasanya tetap memerlukan kunjungan ke kantor cabang.

Berapa lama proses pengajuan KUR BRI?

Proses pengajuan KUR BRI bervariasi, bisa beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung kelengkapan dokumen, antrean pengajuan, dan hasil survei serta analisis kredit.

Apakah ada biaya administrasi atau provisi untuk KUR BRI?

Biasanya ada biaya administrasi dan/atau provisi yang dikenakan. Besaran biaya ini bisa bervariasi dan akan diinformasikan oleh petugas bank saat pengajuan.

Bagaimana cara mengetahui status pengajuan KUR?

Pemohon bisa menghubungi petugas bank tempat mengajukan pinjaman atau datang langsung ke kantor cabang untuk menanyakan status pengajuan.

Apa yang terjadi jika tidak bisa membayar angsuran?

Jika mengalami kesulitan dalam membayar angsuran, segera hubungi pihak BRI. Jangan menunggu hingga terjadi tunggakan. BRI mungkin bisa memberikan solusi restrukturisasi pinjaman atau penjadwalan ulang pembayaran.

Penutup

Program KUR BRI adalah kesempatan emas bagi UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan yang terjangkau dan mendukung pertumbuhan usaha. Dengan memahami detail limit, simulasi angsuran, serta persyaratan dan prosedur pengajuan, pelaku UMKM bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengembangkan usaha dan berkontribusi pada perekonomian. Ingat, informasi mengenai KUR BRI 2026 ini bersifat proyeksi dan dapat berubah. Selalu konfirmasi informasi terbaru langsung ke BRI terdekat atau melalui saluran resmi mereka. Selamat berjuang dan semoga sukses dengan usaha!